Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2009

Pengadilan Perancis Mendenda Google Karena Memindai Buku

(AFP) PARIS – Pengadilan Perancis pada hari Jumat mengeluarkan keputusan bahwa Google tidak diperbolehkan mendigitalkan buku-buku Perancis tanpa mendapat persetujuan dari penerbitnya. Pengadilan memerintahkan perusahaan online raksasa ini untuk membayar ganti rugi sebesar 300.000 euro (430.000 dolar).

Kasus ini diajukan pada tahun 2006 oleh salah satu perusahaan penerbit terbesar Perancis bernama Le Seuil yang mengklaim 4.000 bukunya telah didigitalisasi oleh Google tanpa izin.

Pengadilan memutuskan bahwa dengan memindai (menscan) semua buku atau bagiannya dan memuatnya secara on line, “Google telah melakukan tindak pelanggaran hak cipta yang mengakibatkan kerugian bagi pihak Le Seuil" dan dua penerbit lainnya.

Pengadilan memerintahkan Google untuk membayar 300.000 euro sebagai ganti rugi kepada tiga penerbit milik kelompok La Martiniere dan membayar simbolis sum sejumlah satu euro kepada Asosiasi Penerbit SNE dan Ikatan Penulis SGDL.

Sedangkan La Martiniere meminta 15 juta euro sebagai ganti rugi beserta bunganya.

Kelompok penerbitan yang didukung oleh 530 anggota SNE dan komunitas penulis ini berselisih paham dengan keputusan Google di tahun 2005 dalam mendigitalkan jutaan buku dari berbagai perpustakaan Amerika Serikat dan Eropa agar kemudian bisa diakses secara on line.

Pengadilan memberi Google waktu satu bulan untuk memenuhi keputusan hakim dan menghentikan digitalisasi semua buku Perancis tersebut atau menghadapi denda sebesar 10.000 euro per hari.

Pengacara para penggugat, Yann Colin,
di pengadilan mengatakan bahwa keputusan Google untuk mendigitalkan buku-buku itu sebagai "ilegal, berbahaya dan menyebabkan kerugian bagi para penerbit" yang dikatakan tidak berdaya untuk menentang perjanjian mereka dengan pihak perpustakaan.

Google berusaha menantang yurisdiksi pengadilan dalam kasus ini, tetapi para hakim akhirnya memutuskan bahwa masalah ini adalah dalam kewenangan mereka.

Digitisasi telah menyatu dengan isu sensitif melindungi budaya dan kekayaan intelektual Perancis dalam beberapa bulan terakhir ini.

Presiden Nicolas Sarkozy mengumumkan pada hari Senin bahwa pemerintahannya akan menghabiskan 750 juta euro untuk secara digital menyeken (scan) semua kekayaan nasionalnya, dan bersumpah untuk melindungi warisan itu di atas kecurigaan mereka atas dorongan/keinginan digitisasi dari Google, perusahaan on line raksasa yang dimiliki Amerika.
 

Bookmark and Share


Sumber: AFP: French Court Fines Google for Scanning Books

Klik di sini membawa Anda ke AndresTutorialBlog.blogspot.com

Klik di sini untuk ke DownloadMyFreeMP3.blogspot.com - download my own free mp3


---

Sabtu, 14 November 2009

Seribu Lima Ratus (1500) Lowongan Pekerjaan CPNS Bagi Atlet di Kantor Menegpora


...lowongan CPNS tersebut untuk atlet dan pelatih yang berprestasi.


Jakarta (ANTARA) - Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) membuka formasi sekitar 1.500 lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk ditempatkan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di seluruh Indonesia.

Sekretaris Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharram, di Jakarta, Sabtu, mengatakan, lowongan CPNS tersebut diperuntukkan bagi atlet dan pelatih yang berprestasi.

"Persyaratan utama yang ditetapkan Kantor Menegpora adalah peraih medali emas di PON (Pekan Olahraga Nasional)," kata Wafid Muharram di sela acara Rapat Koordinasi Pengawasan dan Penilaian Kinerja tingkat Nasional 2009.

Sedangkan persyaratan usia, kata dia, lebih longgar dibandingkan dengan lowongan bagi CPNS umum, bagi atlet berprestasi usia maksimal 35 tahun serta pelatih usia maksimal 40 tahun.

Dikatakan Wafid, dengan persyaratan tersebut ada beberapa daerah yang meminta agar persyaratannya diturunkan yakni peraih medali di PON.

Persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, kata dia, tidak bisa diturunkan atau ditawar.

"Karena jika persyaratannya peraih medali di PON, banyak sekali atlet yang meraih medali perunggu," katanya.

Wafid meminta, Dispora di daerah bisa bersikap obyektif dan toleran.

Jika di suatu daerah tidak ada atlet dan pelatih yang memenuhi persyaratan, kata dia, padahal daerah tersebut sangat membutuhkan CPNS dari suatu cabang olahraga, maka daerah itu sebaiknya menerima CPNS dari daerah lain yang memenuhi persyaratan.

Ia berharap dari sekitar 1.500 formasi CPNS untuk atlet dan pelatih yang dibuka Kantor Menegpora pada penerimaan CPNS tahun 2009 bisa terisi secara maksimal.

Pada tahun 2008, dari sekitar 800 formasi CPNS untuk atlet dan pelatih berprestasi hanya bisa diisi sekitar separuhnya.

"Formasi tersebut tidak terisi karena tidak memenuhi persyaratan peraih medali emas di PON," kata Wafid.

Di beberapa daerah di Indonesia tes penerimaan CPNS tersebut sudah dan akan dilakukan, misalnya di Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (12/11), di Provinsi Kalimantan Selatan pada Minggu (15/11), dan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam pada Rabu (25/11).

Klik di sini membawa Anda ke AndresTutorialBlog.blogspot.com

Klik di sini untuk menuju ke DownloadMyFreeMP3.blogspot.com (download my free mp3 gratis)


----------------------------

Kamis, 15 Oktober 2009

70 Persen Bencana Alam Terjadi di Asia

(Yahoo! News Indonesia)

VIVAnews -- Ketua Badan Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Penanggulangan Bencana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) John Holmes menyatakan, negara-negara di kawasan Asia perlu membangun kapasitas untuk mempersiapkan diri sebelum bencana terjadi. Mengingat kawasan Asia merupakan daerah rawan bencana.

"Keperluan utama bagi negara di kawasan ini adalah fokus pada tindakan sebelum bencana terjadi, melakukan persiapan, respon, dan pencegahan untuk sebisa mungkin mengurangi jumlah korban dan kerusakan akibat bencana," kata Holmes yang pada Rabu dan Kamis ini mengunjungi lokasi gempa di Padang dan beberapa lokasi terpencil di Sumatra Barat.

Menurut Holmes, 70 persen bencana alam terjadi di kawasan ini. Oleh karena itu, badan urusan kemanusiaan akan kembali fokus pada sumber daya melalui UNDP dan mekanisme lain untuk meastikan upaya pencegahan, persiapan, dan respon terhadap bencana itu terjadi.

"Pembangunan dan konstruksi apapun yang kita lakukan, membangun suatu pencegah bencana itu bukan sesuatu yang kita beli di akhirnya, tapi dibangun di dalamnya," kata mantan duta besar Inggris untuk Prancis ini.

Holmes menambahkan, anggaran kemanusian tingkat global untuk melakukan upaya respon terhadap bencana yang dimiliki PBB adalah sekitar 12 milliar dolar Amerika Serikat per tahun, dengan jumlah yang naik turun.

"Pemerintah yang akan berinvestasi untuk anggaran kemanusiaan, 10 persen dari nilai investasi mereka akan masuk ke dalam anggaran pengurangan risiko bencana. Itu investasi yang bagus," lanjut Holmes.

Mengingat berbagai bencana yang terjadi misalnya topan di Filipina beberapa waktu lalu adalah dampak dari perubahan iklim, maka dalam pertemuan di Kopenhagen pada Desember lalu, topik bahasan tidak hanya akan fokus pada pengurangan emisi dan menanggulangi perubahan bencana.

Namun, juga akan dibahas mengenai adaptasi terhadap bencana, membantu negara berkembang beradaptasi dengan dampak dari perubahan iklim. "Pengurangan risiko bencana akan menjadi salah satu yang akan dibahas," kata Holmes.

Bookmark and Share


Klik di sini membawa Anda ke AndresTutorialBlog.blogspot.com

Klik di sini untuk ke DownloadMyFreeMP3.blogspot.com - download my own free mp3


---

Senin, 12 Oktober 2009

Telkomsel Flash Disomasi Konsumen

(dari Yahoo! News Indonesia)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Penyedia jasa layanan internet melalui jaringan seluler, PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dilaporkan ke polisi oleh konsumen pengguna produknya, yaitu ID.TUG (Indonesia Telecommunication Users Group), di Jakarta, Sabtu (10/10).

Alasan pelaporan ini, menurut ID.TUG, karena kebijakan Telkomsel tentang Pengurangan Kuota Fair Usage dan Bandwidth Layanan Telkomsel Flash (T-FLASH) yang diberlakukan per 1 September 2009 lalu, dinilai merugikan konsumen.

Menurut rilis yang dikirim ID.TUG, sebelumnya, Telkomsel memberlakukan batas untuk Paket Basic, pelanggan diberi kuota Fair Usage 500 MB, Paket Advance 1,2 GB, serta Paket Pro 3 GB. "Tapi diubah. Semua hanya diberi kuota 500 MB, dan akan dikenakan tambahan biaya untuk dapat mengakses layanan T-Flash dengan kecepatan tinggi," kata Ketua Bidang Advokasi dan Legal IDTUG, Deni AK, Minggu (11/10) kepada Tempo melalui email.

Laporan ke polisi itu dibuat atas nama pengguna Telkomsel Flash yang merasa telah dirugikan. Sebagai terlapor adalah Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmo Sutarno, atas dugaan tindak pidana »Pelanggaran UU.RI.No. 8 Th 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta UU.RI.No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi”.

Deni menyatakan, ID.TUG telah mensomasi kepada Telkomsel sebelumnya pada 28 September lalu dan dan sudah dijawab Telkomsel pada 30 September 2009. "(Jawaban) Tidak menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan tuntas," kata dia. Deni mengetahui, Telkomsel telah mengumumkan penundaan pemberlakuan kebijakan ini hingga akhir Oktober, 2009, dan memberlakukannya pada 1 November 2009.

Deni menyatakan, jawaban tersebut ditindak lanjuti sampai batas waktu yang diberikan, sementara akumulasi kerugian pelanggan atas kebijakan tersebut akan semakin besar. Deni menilai Telkomsel telah mengabaikan hak pelanggan tentang kepastian pelayanan. Karena itu mereka melaporkan masalah ini ke polisi.

NUR ROCHMI

Bookmark and Share


Klik di sini membawa Anda ke AndresTutorialBlog.blogspot.com

Klik di sini untuk ke DownloadMyFreeMP3.blogspot.com - download my own free mp3



---